Jumat, 10 Februari 2012

puisiku


UNTUKMU SAHABAT

Sobat !
Lentingan gitarmu serasa membawa khayalan menjauh
Diantara gumpalan awan biru
Betapa keinginanku menjadi
Kuingin membuka katupan bibirku
Karnaku ingin berdengung bersama gitarmu
Dalam nada irama kidungmu
Kapan saat itu akan terulang kembali
Ketika kau getarkan jarimu
Diantara sener-senar gitarmu itu
Tapi sayang ….
semua itu hanyalah kenangan indah bagiku
karena kini kau telah pergi meninggalkanku.










BINTANG HATIKU

Kau bagaikan bintang yang bersinar
Kau bagaikan rembulan yang menemani bintang
Kau bagaikan matahari yang selalu menerangi bumi&langit
Dan kau bagaikan bidadari surga yang indah&menarik
Kau bagian dari hidupku
Dan kau adalah segala-galanya untukku
Tanpamu ku tak kan ada disini
Dan tanpa kerja kerasmu ku tak kan seperti ini
Aku tak bisa membalas semua kebaikanmu
Dan aku tak mungkin bisa menghitung
semua kasih sayangmu yang selalu menghiasi hari-hariku
tanpamu terasa sepi&tanpamu terasa mati
terima kasih Ibu tanpamu ku tak kan mungkin bisa jadi seperti ini .










KERINDUANKU
Aku menangis dalam hati
Meratapi kehidupan yang kelam ini
Dalam hati berkata
Mengapa yang ku damba belum kembali
Engkau yang memberi hidup ini
Mengapa kerinduan begitu mencekam dihati
Senja membuat petang dan berganti malam
Gelap, hening ,sepi yang kian mencekam nan jauh disana
Ku sendiri dalam suka dan duka
Tiada teman membagi derita .
Mungkinkah hari-hariku akan selalu seperti ini
Oh tuhan ..
Kuatkan lah hambamu yang lemah ini .


Cerpenku


KETEGUHAN HATI KESEJUKAN JIWA


   Pada tanggal 08 bulan November 1995 Lahirlah  seorang bayi Laki-laki yang bernama Richo, dari rahim seorang ibu yang hidupnya hanya sederhana, Ia juga keturunan dari keluarga yang sederhana pula, ibu tersebut bertempat tinggal di desa krajan giripurno kota batu.
   Sejak kecil Richo sering mengalami kepahitan dalam kehidupan sehari-harinya, Pada usianya yang tergolong masih balita yaitu 1 ½ tahun. ia harus berpisah dengan ibunya  tanpa alasan yang dapat di mengerti Sehingga ia di pelihara oleh seorang kakek dan nenek .
   Setelah usia 6,5 tahun Richo mulai bersekola di SDN 03 GIRIPURNO tepatnya pada tahun 2002.
Setiap paginya ia harus pergi bersekola dengan kesendirian tanpa ada yang memperhatikannya, seakan dia merasa iri pada rekan yang lain dimana mereka bisa merasakan masa kecil yang bahagia .
Pergi bersekola diantar dengan senyum semangat yang senang tiasa tercemin dari orang tuanya, Sementara Richo selalu menangis bila melihat kebahagiaan mereka, karena ia merasa membutuhkan semua itu, namun semua itu tak pernah ia rasakan sejak kecil.
Dengan baju yang usang dan calana kolor yang tentu ada bekas jaitan-jaitan yang karena mungkin sudah minta di pension, namun itu selalu ia pakai setiap harinya, dengan begitu Richo selalu dijauhi oleh teman-teman dan di ejek-ejek sebagai anak orang gelandangan, sehingga ia harus selalu bermain sendirian  dan ia jadi anak yang pendiam mudah tersinggung serta Emosional.
   Sampai usia dewasa pun sifat yang masih melekat dalam dirinya itu terkadang masih sering timbul.
Ia merasa minder bila dekat dengan teman-teman yang mungkin lebih terlihat kaya darinya, karena sejak kecil ia selalu di jauhi oleh teman-temannya sehingga dia merasa tidak pantas bergaul dengan orang-orang kaya seperti teman-teman sebayanya tersebut.
Namun Richo sangat menyadari meski sajak kecil ia selalu hidup menderita ia akan selalu tabah menghadapi semuanya, karena ia tau Tuhan tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya ….